Kali ini, Pelangi akan mengajak sahabat bersama keluarga untuk menikmati nikmatnya kuliner khas Sunda, seperti nasi merah plus lauk dan lalap, dengan harga yang ramah di kantong. Istimewanya, sahabat bisa menyantap makanan sedap itu sambil menikmati pemandangan dari tepi mangkuk raksasa!

Jangan bingung dulu. Yang dimaksud tentu saja bukan mangkuk yang biasa sahabat gunakan un-tuk makan bakso. Mangkuk ini adalah sebuah mangkuk geografis, begitu para ahli menyebutnya. Ya, tepat sekali! Inilah Kota Bandung, yang dikelilingi barisan pegunungan di berbagai penjuru, sehingga kota cantik ini seolah berada dalam sebuah mangkuk raksasa. Tidak percaya? Silakan datang dan buktikan sendiri di Puncak Ciumbuleuit Utara atau yang lebih dikenal dengan Punclut, 7 kilometer dari pusat Kota Bandung. Tidak jauh kan? Punclut menjadi tempat wisata favorit warga Bandung, bahkan tak sedikit wisatawan dari luar kota yang senang berkunjung ke sini. Selain strategis, Punclut pun masih bisa kita nikmati secara cuma-cuma, tanpa perlu bayar tiket masuk alias gratis. Wah senangnya! Seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati peman-dangan indah dengan murah meriah!

Di tempat ini, kita bisa menyaksikan pemandangan Kota Bandung dari ketinggian, serta deretan pegunungan yang mengelilinginya bagaikan benteng. Hal ini membuat kita serasa berada di tepi sebuah mangkuk raksasa. Udaranya sejuk segar, membuat kita pasti betah berlama-lama disini. Apalagi ditambah dengan deretan warung makan yang siap mengganjal perut kita dengan sajian khas Sunda, seperti nasi timbel plus lalapan. Ada nasi timbel yang terbuat dari beras merah atau hitam juga loh! Nasi merah yang gurih ini, dapat dinikmati dengan harga 3000 rupiah per porsinya, harga yang cukup murah. Tahukah kawan, nasi merah ini sangat baik untuk kesehat-an, karena kadar karbohidratnya rendah sementara kandungan seratnya tinggi. Bagus untuk yang sedang berdiet.
Nasi merah ini dapat dinikmati dengan lalapan daun singkong, sambal terasi, serta berbagai macam lauk, mulai dari ayam bakar, tahu-tempe goreng, oncom, aneka pepes, sampai jengkol! Tapi tenang saja, soal harga, masih terjangkau kok. Wah, coba saha-bat bayangkan makan nasi timbel hangat dengan pepes atau ayam bakar di atas puncak bukit yang sejuk, ditambah pemandangan Kota Bandung yang indah, wow nikmat sekali rasanya! Apalagi bila bersama keluarga, suasana akan menjadi semakin istimewa. Apabila sahabat datang ke sini hari Minggu pagi, jangan kaget kalau Punclut jadi ramai sekali. Setiap akhir pekan di Punclut memang selalu ada pasar kaget. Ratusan pedagang berjejer di sepanjang kawasan Punclut, dengan barang dagangan yang bera-gam, mulai dari makanan, pakaian, peralatan rumah tangga, sampai tanaman hias. Penjual ja-janan juga banyak, ada minuman bandrek, berbagai olahan oncom, surabi, dan banyak lagi penganan khas yang bisa menghangatkan sahabat di Punclut yang dingin. Tertarik? Ayo kawan, ajak Papa Mama untuk menikmati semangkuk Bandung dari tepian Punclut!

4 komentar:

indah tri novita dan inda astri andini @ 4 Juni 2009 06.37

harga makanan di sana berkisar berapa ya?? jaid jaga2 bawa uangnya berapa. ntar kurang lagi. ehehe

Anju Christian @ 5 Juni 2009 03.11

cikal bakal pemred bobo nih
hahaha

Hani, Ken, Rachmi @ 5 Juni 2009 08.35

@ inda & indah: murah kok, murah-murah banget
5000-12000 lah, termasuk murah kalo dilihat dari view yg keren banget mah
@ anju: iye nih ngerasa banyak utang budi kita sama majalah Bobo itu, hihi... amin deh

darta @ 7 Juni 2009 09.42

pernah bangetaku kesana... emang lumayan c pemandangannya.. buat ngusir penat.