Sahabat, sahabat tentu sering melihat jajanan yang berwarna warni di sekolah. Warna-warna itu terkadang membuat kita tergiur ingin mencicipinya. Coba sahabat bayangkan, saat panas-panas sepulang sekolah, di halaman sekolah ada penjual sirop dengan warna seperti merah menyala, kuning, hijau, hmmm… sepertinya segar bila diminum bukan?

Eiitss, hati-hati, jangan dulu tergiur dengan warna-warna menyala pada jajanan itu karena ternyata warna-warna itu biasanya dihasilkan dari zat kimia yang dapat mengancam kesehatan. Zat pewarna yang biasanya dipake bernama rhodamin B. tahukan sahabat rhodamin B itu sebenarnya biasa digunakan untuk pewarna kertas dan tekstil, tentu akan berbahaya bila masuk ke tubuh kita.

Menurut ahli gizi dan makanan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Dokter Sri Iwa Ningsih, zat rhodamin ini adalah zat yang paling berbahaya bila masuk ke tubuh karena dapat merusak fungsi hati, bahkan kanker hati. Hiii.. ngeri bukan?? Menurutnya anak-anak yang mengonsumsi zat kimia ini biasanya rentan terhadap penyakit dan pertumbuhan badannya cenderung lambat.
Bukan Cuma pewarna buatan saja yang sering kita temui pada jajanan di sekitar kita. Pemanis dan pengawet buatan juga banyak terdapat pada jajanan kita.

Untuk mengawetkan jajanan, beberapa orang biasanya menggunakan formalin atau boraks, padahal kedua jenis zat kimia ini tidak boleh dicampur dengan makanan. Formalin biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat agar tidak cepat busuk dan berbau, sedangkan boraks biasanya digunakan untuk pengawet kayu, pengontrol kecoak, dan bahan pembersih.

Formalin yang dicampur dalam makanan pada dosis rendah dapat menyebabkan sakit perut disertai muntah-muntah, merusak susunan saraf, serta menggagalkan peredaran darah. Dalam dosis tinggi, formalin dapat menyebabkan kejang-kejang, kencing darah bahkan tidak bisa kencing, dan muntah darah, hingga akhirnya menyebabkan kematian.

Penggunaan boraks juga tak kalah berbahaya. Pada dosis rendah bisa terakumulasi di otak, hati, dan lemak. Untuk pemakaian dalam jumlah banyak, boraks dapat mengakibatkan demam, koma, kerusakan ginjal, pingsan, dan kematian. Biasanya gejala akibat keracunan boraks muncul antara tiga sampai lima hari. Gejala awalnya berupa mual-mual, muntah, diare, kejang, dan kemudian muncul bercak-bercak pada kulit, serta kerusakan pada ginjal. Wah, seremnya...!

Jadi, sahabat harus pintar-pintar memilih jajanan, agar tidak merugikan tubuh kita. Untuk jajanan yang menggunakan pengawet memang cukup susah dikenali, sahabat dapai minta tolong ibu guru atau orang tua sahabat untuk memilih makanan. Atau bila mau lebih aman, sahabat membawa bekal makanan saja dari rumah. Selain terjamin keamanannya juga dapat menghemat uang jajan bukan? Selamat memilih jajanan sehat…

4 komentar:

uni @ 7 Juni 2009 05.42

terlalu berat gak c bahasanya buat anak kecil? ada bahan kimia nya segala..

rainbow team @ 7 Juni 2009 08.55

terima kasih kritkannya.. kami coba perbaiki. salam pelangi!

Abdalah Gifar @ 7 Juni 2009 23.06

Menarik untuk diungkap akan bahaya jajanan bagi adik-adik kecil. Ini bisa menjadi pengingat bagi para orang tua. Namun, mungkin akan sulit dipahami oleh anak kecil. Mungkin ya...Siapa tau anak sekarang itu cerdas-cerdas. Hehehe...

John Terro @ 18 Oktober 2010 07.35

@uni: tapi ini kan diperuntukkan orang tua anak2 yang bisa melakukan tindakan preventif pada anak2nya (kayaknya sih) ... hehehe

salam kenal semua :D